Ikatan perjanjian atau Covenant adalah hal yang sangat penting diketahui oleh orang percaya mengapa demikian karena Tuhan kita adalah Tuhan yang tertib. Karena ketertibannya Tuhan bergerak dalam prinsip dan ketetapan yang datang dari karakternya yang sempurna. Untuk berhubungan dengan manusia Tuhan menetapkan Ikatan Perjanjian yang menjadi aturan dasar bagi hubungannya dengan manusia di mana lewat Ikatan Perjanjian (Covenant) ini Tuhan akan bekerja secara maksimal untuk memenuhi semua perjanjian dan kesepakatan yang dibuat dalam covenant tersebut. Setiap kali Tuhan ingin mengerjakan sesuatu kepada dan melalui manusia maka hal pertama yang dilakukan adalah membuat Ikatan Perjanjian dengan manusia.
Prinsip Ikatan Perjanjian sebenarnya sangat sederhana yaitu; kita mengerjakan bagian kita yang ditetapkan Tuhan maka Tuhan akan mengerjakan bagianNya untuk kepentingan kerajaan sorga dan kesejahteraan kita.
Dari semua Covenant yang ada selalu dasarnya adalah mendengar Firman dan melakukan Firman Tuhan; itulah sebabnya KETAATAN kita adalah dasar dari Covenant kita dengan Tuhan.
Dalam Ikatan Perjanjian Baru atau New Covenant, Tuhan melakukan tindakan yang radikal yaitu Dia menanggung semua bagian kita lewat Yesus Kristus dan KaryaNya di salib telah menyebabkan covenant kita sebagai covenant yang tidak mungkin gagal, karena New Covenant ini adalah covenant antara Yesus dengan Bapa di mana kita termasuk di dalam Yesus, sehingga semua keberhasilan Yesus dalam melakukan bagiannya telah menjadi keberhasilan kita juga . Puji Tuhan untuk karya Tuhan Yesus Kristus.
Untuk itu mari kita hidup dalam Ikatan Perjanjian baru terserbut. Yang paling penting ialah mari kita menghidupi Ikatan Perjanian Baru dengan semangat yang baru untuk tinggal di dalam Kristus dan mentaati FirmanNya. Hiduplah dalam Ikatan Perjanjian Baru. Kerjakan bagian kita maka Tuhan akan bertindak secara maksimal dalam melakukan bagianNya.
Ikatan Perjajnjian adalah prinsip yang mendasari semua tindakan dan karya TUHAN untuk umat perjanjianNYA.
Be the people of covenant and you will enter to all the promises of God. Enjoy them.
Kematian dan kebangkitan Kristus adalah pusat dari sejarah manusia untuk kembali kepada Tuhan, kembali pada rencana dan tujuan Tuhan yang kekal.
Rasul Paulus mengerti benar arti pandamaian yang mempersatukan. Paulus berkata Yesus adalah damai sejahtera kita yang mempersatukan pihak-pihak yang bermusuhan.
Karya Tuhan adalah mempersatukan sedangkan kerja iblis adalah memecah belah. Kita kadangkala lupa bahwa kita telah terperangkap dalam siasat iblis sehingga kita lebih setuju perpecahan daripada bersatu dalam kehendak Tuhan dalam menjalankan tanggung jawab gereja bagi kota di mana kita berada. Kita perlu melihat beberapa kebenaran penting berikut ini.
1. Kita tidak akan masuk dalam kesatuan yang sebenarnya jika kita tidak melihat perpecahan sebagai dosa yang serius dihadapan Tuhan, yang secara langsung menyerang karya Kristus di salib. Seringkali kita hidup bertentangan dengan Salib yang beritakan, itu sebabnya pemberitaan kita kehilangan kuasa karena kita telah menyangkali karya salib itu sendiri.
2. Kematian Tuhan Yesuslah yang menyatukan kita, karena lewat kematianNya Yesus meruntuhkan atau menghancurkan tembok pemisah, tapi bukan hanya itu saja fakta berikutnya adalah kuasa kebangkitan Yesus memberikan kemampuan kepada kita untuk hidup dalam apa yang Yesus sudah kerjakan di salib. Artinya dengan kuasa kebangkitan kita memiliki kemampuan untuk dapat hidup dalam kesatuan yang Tuhan Yesus sudah kerjakan. Makanya kita harus hidup untuk apa yang kematian Kristus sudah kerjakan.
3. Kemuliaan Tuhan yang ditaruh dalam kehidupan kita akan mendorong, menginspirasi, dan memberikan kekuatan bagi kita untuk hidup dalam kesatuan.
Yohanes 17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
Sekarang ambillah tanggungjawab kita, karena ini adalah tanggungjawab pribadi dan juga tanggungjawab kolektif untuk itu marilah kita mulai dari diri kita sendiri kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan kolektif kita masing-masing. Mulailah sekarang ini dalam minggu ini sehingga kesatuan merupakan semangat kita dalam menyelesaikan rencana Tuhan bagi kehidupan kita di bumi ini.
Kata sekarang dalam ayat di atas menunjukkan bahwa penyembahan itu harus di ekspresikan dengan ekspresi generasi pada saat itu. Itu menunjukkan bahwa setiap generasi diberikan kesempatan oleh Bapa segala roh untuk mengekspresikan identitas generasi mereka dalam penyembahan.
Tuhan menghendaki kita menyembah dalam roh dan kebenaran.
Menyembah dalam roh adalah menyembah dengan identitas kita, artinya kita jujur dan benar dengan roh kita yang telah dijadikan baru oleh Roh Kudus. Kita seharusnya begitu kuat dengan identitas kita sehingga dalam penyembahan ekspresi dan sikap kita benar-benar spontan karena kasih, asli dan bukan agamawi. Sebuah ekspresi orisinal yang tidak dibuat-buat karena belajar tapi ungkapan yang tulus dari roh yang creative. Identitas kita yang sebenarnya adalah Bapa kita karena kita dijadikan menurut gambar dan teladan Bapa. Bertumbuh menjadi dewasa dan mandiri berarti semakin mengenal "diri", semakin jujur dengan diri sendiri, semakin otentik, dan menjadi semakin unik tak terbandingkan
Masalah kebanyakan gereja adalah kita seringkali copy cloning cara dari generasi sebelumnya dan menganggap cara baru yang merupakan ekspresi generasi ini sebagai hal yang aneh bahkan tidak fit untuk gereja masa kini. Kita kadangkala lebih mementingkan warna musik apa yang kita sukai dari pada apa kehendak Tuhan tentang kebenaran tersebut. Ada perubahan dalam konsep penyembahan: kita harus kembali pada pola Perjanjian Baru. Perubahan ini akan menyentuh hal-hal esensial dalam penyembahan gereja. Hal-hal yang esensial dan penyembahan adalah: hubungan intim, Hadirat Tuhan & kualitas kehidupan.
Beberapa hal yang pasti berubah:
1. Kita akan menyembah dalam kehidupan sehari-hari dan bukan hanya dalam ibadah.
Kita akan menemukan arti yang baru mengenai arti ibadah dalam PB. 1Tim 3:14-16.
Ungkapan penyembahan yang tertinggi adalah ketaatan pada kehendak Tuhan.
2. Kita akan berhenti menyembah penyembahan tapi akan menyembah BAPA dalam keintiman pribadi.
Hubungan dengan Bapa melalui korban Kristus akan merupakan pewahyuan bagi penyembahan kita. Bukan lagi cara denominasi yang ditonjolkan tapi hubungan yang indah antara pribadi-pribadi yang mengasihi Tuhan secara korporat mengekspresikan penyembahan.
3. Hadirat Tuhan bukan lagi sebagai alat bantu tapi menjadi fokus kehidupan.
Selama ini kita memperlakukan hadirat Tuhan sebagai sebuah sarana alat bantu. Cara kita mendekati hadirat Tuhan adalah untuk menguasainya dan mengendalikannya untuk tujuan-tujuan pribadi. Kita memperlakukan hadirat Tuhan seperti layaknya seorang penyembah berhala berhubungan dengan kuasa kegelapan. Hadirat Tuhan adalah segalanya yang kita butuhkan. Sikap kita di dalam hadirat Tuhan sangat menentukan.
Mari kita menyembah Tuhan dengan kasih sebagai dasar hubungan kita serta semangat kita yang membara sebagai atmosfir yang membawa terobosan dalam kehidupan kita di generasi ini. Selamat menyembah.
Yesus datang ke dunia untuk membangun suatu masyarakat baru dan bukan untuk sekedar membuat kita bertahan dari serangan kecemaran dunia. Kerajaan Yesus adalah kerajaan yang bersifat menyerang, bukan kerajaan yang hanya bertahan untuk menghadapi serangan musuh.
Kita sebagai orang percaya memiliki sumber-sumber yg sangat powerful. Kita punya strategi, senjata dan kita punya dukungan kekuatan dari kerajaan Bapa
Yang paling dahsyat dari semua itu adalah kita memiliki kasih karunia dari Tuhan yang menyanggupkan kita untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki kita lakukan. Kitaperlu belajar untuk bergantung pada kasih karunia Tuhan. Ini adalah sebuah disiplin penyerahan diri untuk membiarkankuasaNya disempurnakan di dalam dan melalui kita. Di pihak lain kita perlu menjadi agresif dalam membagikan kasih karunia tersebut bagi orang lain. Bagi Yesus untuk mengunjungi Matius dia harus menyakiti reputasinya sendiri karena Matius adalah penipu banyak orang tapi Yesus menemukan dan mengubahkan kehidupan Matius. Itulah kasih karunia yang bekerja melalui Yesus dan menjamah Matius.
Kita semua butuh kasih karunia, tidak ada seorangpun di alam semesta in yang tidak membutuhkan kasih karunia. Untuki mengikuti Yesus kita perlu kasih karunia, kalau tidak kita pasti gagal. Untuk menerima kasih karunia kita perlu iman. Karena hanya oleh iman kita dapat menerima sesuatu diluar kemampuan kita. Karena kata kasih karunia berarti seorang yang membungkukkan dirinya untuk mengangkat seseorang yang telah jatuh keatas sejajar dengan dirinya. Tepat seperti itulah yang Yesus lakukan bagi kita. Dia menyerang kesia-siaan kita dengan kasih karunia, mengasihi dan membangun kita menjadi berarti supaya melalui kehidupan kita banyak orang lain yang boleh mengalami kesempatan diubahkan dalam kasih karunia. Jadi kita semua adalah agen-agen perubahan!!! Ide yang hebat.
Untuk hidup dalam kasih karunia adalah hidup dengan mentalitas pembangun, ini adalah tanda khusus dari seorang murid Tuhan. Guru Agung kita tidak akan menghabiskan waktuNya untuk mengkritik dan merendahkan kita tapi Dia akan menggunakan semua kuasa dan kemampuanNya untuk membangun kita. Itulah kasih karunia yang bekerja di dalam kita.
Kita dipanggil untuk menjadi pembangun manusia, masyarakat dan bangsa.
SELAMAT DATANG DALAM PERGERAKAN PEMBANGUN BANGSA.
Jesus came to the world to change it, meaning to build a new society and not only to make us survive and being on defense from the attack of uncleanness of this world. His Kingdom is an aggressive and offensive kingdom.
As believers we have a lot of powerful resources. We have strategies, weapons and we have the whole support from our Father’s kingdom
The most powerful weapon that we have is GRACE which enables us to do anything that He wants us to do. We need to learn to depend on the grace of God. This is a discipline of surrender to let His power become perfect in and through us. On the other hand we need to be aggressive in sharing this grace to others. For Jesus to visit Matthew, He had to hurt His reputation because Matthew was cheating people, but Jesus found and changed him. That is grace which worked through Jesus and touched Matthew.
We all need grace, no one in this universe who does not need grace. To follow Jesus we need grace to enable us other wise we are all doomed to fail. To receive grace we need faith. Because only faith that will accept something beyond our ability to receive. Because the word grace means a person who bend down to lift a person who have fallen to raise him at his level. This is exactly what Jesus had done to us. He attacked our vanities with His grace, loved and built us to be significant so through our lives many other would have a chance to experience changed by His grace. SO we all are agents of change!!! What a powerful thought that is.
To live in Grace is to live in a builder mentality. This is a real mark of a disciple. Our Master would not spend his time critique and put us down but He will use all available power and might to build us up. That is grace that works within us. We are called to build people, society, nations.
Welcome to the nations builder movement.
The discipleship always starts with the calling. The calling of God is an absolute to us. The Bible told in Psalms 50:1, that from the rising of the sun to its set, God called the earth. God wants all the nations to be His disciples, God is willing to make all the earth to be His disciples. For that, He wants the earth to give a response to His calling.
Anyone who responses would be given power or charisma to be His child. A power to be His disciple to help others to be released from the evil spirits.
Power is the gift of God to us, and it is given to do good things, to build and to impact good things for the Kingdom of God. However, the power needs to be balanced out with character. Because power without character would destroy the personality of the one who posses it and also destroys the life of the people surround. In this case, the balance between character and power is very significant.
A person's character who is growing in a discipleship process would make that person to be a disciple that serves with a building power, to give life and bless others without looking for his own interest.
Let us see in this week how we would use the power and gifts or any talents that God gives us. Start to use your God-given ability to build and to give for the ones who needs it. If we use a simple language, it is GIVE WHAT YOU HAVE SO GOD WOULD GIVE WHAT YOU DO NOT HAVE...
Happy shared life in the power of God.
Pemuridan selalu dimulai dengan panggilan. Panggilan Tuhan adalah hal yang mutlak bagi kita. Alkitab berkata dalam kitab Mazmur 50:1 bahwa dari terbitnya matahari sampai terbenamnya Tuhan memanggil bumi. Tuhan ingin menjadikan semua bangsa muridNya, Tuhan berkehendak supaya seluruh bumi menjadi muridnya. Untuk itu Dia mau bumi memberikan respon pada panggilanNya.
Siapapun yang meresponi akan diberiNya kuasa atau wibawa untuk menjadi anakNya dan juga kuasa untuk menjadi muridNya dalam menolong orang lain supaya terlepas dari belenggu roh-roh jahat.
Kuasa adalah bagian yang Tuhan akan berikan bagi kita dan kuasa itu Tuhan berikan bagi kita untuk digunakan bagi hal-hal yang baik, membangun ataupun yang positif bagi kerajaan Tuhan. Kuasa bagaimanapun juga harus diimbangi dengan karakter. Sebab kuasa tanpa karakter dapat menghancurkan pribadi orang yang memilikinya dan juga menghancurkan kehidupan orang-orang disekitarnya. Untuk itu dalam pemuridan keseimbangan antara karakter dan kuasa adalah hal yang luar biasa penting.
Karakter seseorang yang bertumbuh dalam proses pemuridan akan menjadikan orang tersebut murid yang melayani dengan kuasa yang membangun, menghidupkan dan mendahulukan orang lain dan tidak mencari kepentingan diri sendiri yang sia-sia.
Mari dalam minggu ini kita melihat bagaimana kita menggunakan kuasa, karunia ataupun talenta yang Tuhan berikan bagi kita untuk kepentingan siapa.
Mulailah menggunakan kemampuan saudara yang Tuhan percayakan pada kita untuk membangun dan memberikan manfaat buat orang-orang yang membutuhkan. Kalau kita menggunakan bahasa yang lebih sederhana adalah BAGIKANLAH APA YANG ADA PADAMU supaya Tuhan memberikan kepadamu apa yang tidak ada padamu..
Selamat hidup berbagi dalam kuasa Tuhan.