Category: Cross
Panggilan Radikal: Hidup dalam Kasih Karunia
September 17, 2008Mat 9:9-13
Yesus datang ke dunia untuk membangun suatu masyarakat baru dan bukan untuk sekedar membuat kita bertahan dari serangan kecemaran dunia. Kerajaan Yesus adalah kerajaan yang bersifat menyerang, bukan kerajaan yang hanya bertahan untuk menghadapi serangan musuh.
Kita sebagai orang percaya memiliki sumber-sumber yg sangat powerful. Kita punya strategi, senjata dan kita punya dukungan kekuatan dari kerajaan Bapa
Yang paling dahsyat dari semua itu adalah kita memiliki kasih karunia dari Tuhan yang menyanggupkan kita untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki kita lakukan. Kitaperlu belajar untuk bergantung pada kasih karunia Tuhan. Ini adalah sebuah disiplin penyerahan diri untuk membiarkankuasaNya disempurnakan di dalam dan melalui kita. Di pihak lain kita perlu menjadi agresif dalam membagikan kasih karunia tersebut bagi orang lain. Bagi Yesus untuk mengunjungi Matius dia harus menyakiti reputasinya sendiri karena Matius adalah penipu banyak orang tapi Yesus menemukan dan mengubahkan kehidupan Matius. Itulah kasih karunia yang bekerja melalui Yesus dan menjamah Matius.
Kita semua butuh kasih karunia, tidak ada seorangpun di alam semesta in yang tidak membutuhkan kasih karunia. Untuki mengikuti Yesus kita perlu kasih karunia, kalau tidak kita pasti gagal. Untuk menerima kasih karunia kita perlu iman. Karena hanya oleh iman kita dapat menerima sesuatu diluar kemampuan kita. Karena kata kasih karunia berarti seorang yang membungkukkan dirinya untuk mengangkat seseorang yang telah jatuh keatas sejajar dengan dirinya. Tepat seperti itulah yang Yesus lakukan bagi kita. Dia menyerang kesia-siaan kita dengan kasih karunia, mengasihi dan membangun kita menjadi berarti supaya melalui kehidupan kita banyak orang lain yang boleh mengalami kesempatan diubahkan dalam kasih karunia. Jadi kita semua adalah agen-agen perubahan!!! Ide yang hebat.
Untuk hidup dalam kasih karunia adalah hidup dengan mentalitas pembangun, ini adalah tanda khusus dari seorang murid Tuhan. Guru Agung kita tidak akan menghabiskan waktuNya untuk mengkritik dan merendahkan kita tapi Dia akan menggunakan semua kuasa dan kemampuanNya untuk membangun kita. Itulah kasih karunia yang bekerja di dalam kita.
Kita dipanggil untuk menjadi pembangun manusia, masyarakat dan bangsa.
SELAMAT DATANG DALAM PERGERAKAN PEMBANGUN BANGSA.
A CALL TO BE RADICAL: LIVING IN GRACE
September 17, 2008On Hearing this Jesus said, “It is not healthy who need a doctor, but the sick. But go and learn what this means: I desire mercy, not sacrifice. For I have not come to call the righteous, but sinners. Matthew.
Jesus came to the world to change it, meaning to build a new society and not only to make us survive and being on defense from the attack of uncleanness of this world. His Kingdom is an aggressive and offensive kingdom.
As believers we have a lot of powerful resources. We have strategies, weapons and we have the whole support from our Father’s kingdom
The most powerful weapon that we have is GRACE which enables us to do anything that He wants us to do. We need to learn to depend on the grace of God. This is a discipline of surrender to let His power become perfect in and through us. On the other hand we need to be aggressive in sharing this grace to others. For Jesus to visit Matthew, He had to hurt His reputation because Matthew was cheating people, but Jesus found and changed him. That is grace which worked through Jesus and touched Matthew.
We all need grace, no one in this universe who does not need grace. To follow Jesus we need grace to enable us other wise we are all doomed to fail. To receive grace we need faith. Because only faith that will accept something beyond our ability to receive. Because the word grace means a person who bend down to lift a person who have fallen to raise him at his level. This is exactly what Jesus had done to us. He attacked our vanities with His grace, loved and built us to be significant so through our lives many other would have a chance to experience changed by His grace. SO we all are agents of change!!! What a powerful thought that is.
To live in Grace is to live in a builder mentality. This is a real mark of a disciple. Our Master would not spend his time critique and put us down but He will use all available power and might to build us up. That is grace that works within us. We are called to build people, society, nations.
Welcome to the nations builder movement.
PANGGILAN MENJADI RADIKAL:
Memikul Salib Setiap Hari
August 19, 2008
Barangsiapa mau mengikut aku, dia harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya setiap hari dan ikut Aku. Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, dia akan kehilangannya tetapi barangsiapa yang melepaskannya nyawanya akan menyelamatkannya. Yesus.
Dalam hidup ini ada 2 prinsip yang sangat mendasar tetapi sangat berkuasa. Bahkan dunia didasari dan dijalankan atas kedua dasar ini. Prinsip-prinsip ini adalah berserah dan hubungan. Saudara dapat selalu melihat prinsip-prinsip ini mewarnai hidup Yesus. Dalam segala sesuatu yang Dia sedang kerjakan atau telah kerjakan, saudara dapat melihat prinsip-prinsip ini dengan sangat jelas. Sampai Dia mati di kayu salib saudara masih dapat melihat prinsip-prinsip ini muncul dalam Dia. Melalui pengalaman-Nya di kayu salib kita dapat mengerti apa yang Dia maksud dengan ucapan-Nya "pikul salibmu setiap hari".
Di salib kita dapat melihat gambaran akan hubungan; hubungan vertikal dengan Tuhan dan horisontal dengan semua umat manusia. Melalui salib kita juga dapat melihat bahwa Yesus menyerahkan hidup-Nya pada dunia, menyerah sampai pada titik pengorbanan. Yesus tidaklah mati karena Dia dibunuh oleh tentara Roma tetapi dinyatakan bahwa Dia menyerahkan diri-Nya untuk kita. Yesus secara sukarela dan bebas menyerahkan diri-Nya untuk dunia.
Murid-murid Yesus Kristus tahu apa artinya menghidup salib karena mereka telah mengalami bahwa Yesus menantang mereka langsung sebelum mereka mulai mengikut Dia. Mereka telah menyerahkan segala sesuatunya untuk mengikut Yesus sehingga mereka dapat menghadapi segala sesuatu tanpa takut kehilangan segala sesuatu. Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu dari apa yang telah engkau sudah berikan. Dengan kata lain, hidup dalam jalan salib adalah hidup penuh kemerdekaan dari segala sesuatu.
Jadi pertanyaannya adalah apakah kita mempunyai kebebasan untuk melakukan kehendal Tuhan tanpa dihalangi oleh keinginan kita sendiri atau kepentingan kita. Kebanyakan persoalan kita adalah pada awal kita mengikut Kristus sebagai pengikut-Nya kita tidak pernah ditantang untuk langsung memikul salib. Itu sebabnya kita tidak pernah belajar untuk menyerah sampai pada titik pengorbanan atau sampai pada bagaiman memelihara hubungan kita dengan kuat pada segala situasi. Salib Yesus Kristus adalah tempat kebebasan. Barangsiapa yang pernah bertemu dengannya tidak akan sama lagi. Bagaimana saudara bisa tetap tinggal sama jika saudara punya kebebasan untuk menjadi apa yang Pencipta saudara mau jadi dan juga pada saat yang sama saudara akan dapat memanifestasikan suatu gaya hidup yang mana seluruh jagad raya telah lama menantikannya.
Tantangan saya untuk saudara hari ini adalah untuk memeluk gaya hidup salib dan mulai mengerti bahwa hidup saudara akan berada pada arah yang benar. Dan dalam hal ini saudara akan mulai mengalami menyerah pada sampai pada titik pengorbanan dan memelihara hubungan dengan Tuhan dan sesama.
Selamat datang di Pemuridan.