Categories: Radical, Cross, Simplicity
PANGGILAN RADIKAL: HIDUP DALAM KESATUAN
September 30, 2008Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Paulus
Kematian dan kebangkitan Kristus adalah pusat dari sejarah manusia untuk kembali kepada Tuhan, kembali pada rencana dan tujuan Tuhan yang kekal.
Rasul Paulus mengerti benar arti pandamaian yang mempersatukan. Paulus berkata Yesus adalah damai sejahtera kita yang mempersatukan pihak-pihak yang bermusuhan.
Karya Tuhan adalah mempersatukan sedangkan kerja iblis adalah memecah belah. Kita kadangkala lupa bahwa kita telah terperangkap dalam siasat iblis sehingga kita lebih setuju perpecahan daripada bersatu dalam kehendak Tuhan dalam menjalankan tanggung jawab gereja bagi kota di mana kita berada. Kita perlu melihat beberapa kebenaran penting berikut ini.
1. Kita tidak akan masuk dalam kesatuan yang sebenarnya jika kita tidak melihat perpecahan sebagai dosa yang serius dihadapan Tuhan, yang secara langsung menyerang karya Kristus di salib. Seringkali kita hidup bertentangan dengan Salib yang beritakan, itu sebabnya pemberitaan kita kehilangan kuasa karena kita telah menyangkali karya salib itu sendiri.
2. Kematian Tuhan Yesuslah yang menyatukan kita, karena lewat kematianNya Yesus meruntuhkan atau menghancurkan tembok pemisah, tapi bukan hanya itu saja fakta berikutnya adalah kuasa kebangkitan Yesus memberikan kemampuan kepada kita untuk hidup dalam apa yang Yesus sudah kerjakan di salib. Artinya dengan kuasa kebangkitan kita memiliki kemampuan untuk dapat hidup dalam kesatuan yang Tuhan Yesus sudah kerjakan. Makanya kita harus hidup untuk apa yang kematian Kristus sudah kerjakan.
3. Kemuliaan Tuhan yang ditaruh dalam kehidupan kita akan mendorong, menginspirasi, dan memberikan kekuatan bagi kita untuk hidup dalam kesatuan.
Yohanes 17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
Sekarang ambillah tanggungjawab kita, karena ini adalah tanggungjawab pribadi dan juga tanggungjawab kolektif untuk itu marilah kita mulai dari diri kita sendiri kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan kolektif kita masing-masing. Mulailah sekarang ini dalam minggu ini sehingga kesatuan merupakan semangat kita dalam menyelesaikan rencana Tuhan bagi kehidupan kita di bumi ini.
PANGGILAN RADIKAL: MENYEMBAH TUHAN
September 24, 2008Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Yohanes 4:23-24
Kata sekarang dalam ayat di atas menunjukkan bahwa penyembahan itu harus di ekspresikan dengan ekspresi generasi pada saat itu. Itu menunjukkan bahwa setiap generasi diberikan kesempatan oleh Bapa segala roh untuk mengekspresikan identitas generasi mereka dalam penyembahan.
Tuhan menghendaki kita menyembah dalam roh dan kebenaran.
Menyembah dalam roh adalah menyembah dengan identitas kita, artinya kita jujur dan benar dengan roh kita yang telah dijadikan baru oleh Roh Kudus. Kita seharusnya begitu kuat dengan identitas kita sehingga dalam penyembahan ekspresi dan sikap kita benar-benar spontan karena kasih, asli dan bukan agamawi. Sebuah ekspresi orisinal yang tidak dibuat-buat karena belajar tapi ungkapan yang tulus dari roh yang creative. Identitas kita yang sebenarnya adalah Bapa kita karena kita dijadikan menurut gambar dan teladan Bapa. Bertumbuh menjadi dewasa dan mandiri berarti semakin mengenal "diri", semakin jujur dengan diri sendiri, semakin otentik, dan menjadi semakin unik tak terbandingkan
Masalah kebanyakan gereja adalah kita seringkali copy cloning cara dari generasi sebelumnya dan menganggap cara baru yang merupakan ekspresi generasi ini sebagai hal yang aneh bahkan tidak fit untuk gereja masa kini. Kita kadangkala lebih mementingkan warna musik apa yang kita sukai dari pada apa kehendak Tuhan tentang kebenaran tersebut. Ada perubahan dalam konsep penyembahan: kita harus kembali pada pola Perjanjian Baru. Perubahan ini akan menyentuh hal-hal esensial dalam penyembahan gereja. Hal-hal yang esensial dan penyembahan adalah: hubungan intim, Hadirat Tuhan & kualitas kehidupan.
Beberapa hal yang pasti berubah:
1. Kita akan menyembah dalam kehidupan sehari-hari dan bukan hanya dalam ibadah.
Kita akan menemukan arti yang baru mengenai arti ibadah dalam PB. 1Tim 3:14-16.
Ungkapan penyembahan yang tertinggi adalah ketaatan pada kehendak Tuhan.
2. Kita akan berhenti menyembah penyembahan tapi akan menyembah BAPA dalam keintiman pribadi.
Hubungan dengan Bapa melalui korban Kristus akan merupakan pewahyuan bagi penyembahan kita. Bukan lagi cara denominasi yang ditonjolkan tapi hubungan yang indah antara pribadi-pribadi yang mengasihi Tuhan secara korporat mengekspresikan penyembahan.
3. Hadirat Tuhan bukan lagi sebagai alat bantu tapi menjadi fokus kehidupan.
Selama ini kita memperlakukan hadirat Tuhan sebagai sebuah sarana alat bantu. Cara kita mendekati hadirat Tuhan adalah untuk menguasainya dan mengendalikannya untuk tujuan-tujuan pribadi. Kita memperlakukan hadirat Tuhan seperti layaknya seorang penyembah berhala berhubungan dengan kuasa kegelapan. Hadirat Tuhan adalah segalanya yang kita butuhkan. Sikap kita di dalam hadirat Tuhan sangat menentukan.
Mari kita menyembah Tuhan dengan kasih sebagai dasar hubungan kita serta semangat kita yang membara sebagai atmosfir yang membawa terobosan dalam kehidupan kita di generasi ini. Selamat menyembah.
Panggilan Radikal: Hidup dalam Kasih Karunia
September 17, 2008Mat 9:9-13
Yesus datang ke dunia untuk membangun suatu masyarakat baru dan bukan untuk sekedar membuat kita bertahan dari serangan kecemaran dunia. Kerajaan Yesus adalah kerajaan yang bersifat menyerang, bukan kerajaan yang hanya bertahan untuk menghadapi serangan musuh.
Kita sebagai orang percaya memiliki sumber-sumber yg sangat powerful. Kita punya strategi, senjata dan kita punya dukungan kekuatan dari kerajaan Bapa
Yang paling dahsyat dari semua itu adalah kita memiliki kasih karunia dari Tuhan yang menyanggupkan kita untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki kita lakukan. Kitaperlu belajar untuk bergantung pada kasih karunia Tuhan. Ini adalah sebuah disiplin penyerahan diri untuk membiarkankuasaNya disempurnakan di dalam dan melalui kita. Di pihak lain kita perlu menjadi agresif dalam membagikan kasih karunia tersebut bagi orang lain. Bagi Yesus untuk mengunjungi Matius dia harus menyakiti reputasinya sendiri karena Matius adalah penipu banyak orang tapi Yesus menemukan dan mengubahkan kehidupan Matius. Itulah kasih karunia yang bekerja melalui Yesus dan menjamah Matius.
Kita semua butuh kasih karunia, tidak ada seorangpun di alam semesta in yang tidak membutuhkan kasih karunia. Untuki mengikuti Yesus kita perlu kasih karunia, kalau tidak kita pasti gagal. Untuk menerima kasih karunia kita perlu iman. Karena hanya oleh iman kita dapat menerima sesuatu diluar kemampuan kita. Karena kata kasih karunia berarti seorang yang membungkukkan dirinya untuk mengangkat seseorang yang telah jatuh keatas sejajar dengan dirinya. Tepat seperti itulah yang Yesus lakukan bagi kita. Dia menyerang kesia-siaan kita dengan kasih karunia, mengasihi dan membangun kita menjadi berarti supaya melalui kehidupan kita banyak orang lain yang boleh mengalami kesempatan diubahkan dalam kasih karunia. Jadi kita semua adalah agen-agen perubahan!!! Ide yang hebat.
Untuk hidup dalam kasih karunia adalah hidup dengan mentalitas pembangun, ini adalah tanda khusus dari seorang murid Tuhan. Guru Agung kita tidak akan menghabiskan waktuNya untuk mengkritik dan merendahkan kita tapi Dia akan menggunakan semua kuasa dan kemampuanNya untuk membangun kita. Itulah kasih karunia yang bekerja di dalam kita.
Kita dipanggil untuk menjadi pembangun manusia, masyarakat dan bangsa.
SELAMAT DATANG DALAM PERGERAKAN PEMBANGUN BANGSA.