« PANGGILAN RADIKAL: HIDUP DALAM KESATUANPanggilan Radikal: Hidup dalam Kasih Karunia »

12 comments

Comment from: FENDY,MD [Visitor] Email

thanks ! If u want to build a Big Spiritual House for Our Lord Jesus Christ , the true " worshippers " have to come to His presence in the Holiest by spiritual access via Holy Spirit in our mind . JBU

December 02, 2008 @ 7:46 am
Comment from: Dr. fendy [Visitor]

Benar ,sobat

Sekarang gereja dalam arti agama telah jauh dari penyembahan yang telah ditentukan tempatnya oleh Tuhan , Allah kita Yesus Kristus . Banyak kita tidak lagi beribadah dengan-Nya yang adalah Roh ,yang telah dikaruniakan di dalam diri kita yaitu dalam roh insani kita. Jelas dari hidup gereja yang tidak kudus , hidup dengan ketidaktulusan melayani Tuhan . Selamat melayani Tuhan dengan kasih persaudaraan yang tulus , Tuhan berkati .

November 19, 2008 @ 6:07 am
Comment from: Mesak Aleksander Untung [Visitor]

Gereja harus bangga memiliki bang Jo yang kristis dan akurat membangun kembali pondasi Kekristenan.
TUHAN MENCARI PENYEMBAH DAN BUKAN PENYEMBAHAN.

Thanks bang JO buat Max Barren Coffeenya waktu di Melbourne. JBU

November 04, 2008 @ 11:54 pm
Comment from: Bonar [Visitor]

thanks for the message bang jo..


hehe... klo jemaat cmn karaokean next time pake jukebox aja dhe, biar anak2 musik ga usah cape2 latihan...


it's a wake up call for us musicians and "worshippers" as well to return to the essential of worship not the essential of music..


may we worship Him in spirit and in truth, not just lip service anymore.

October 29, 2008 @ 10:45 pm
Comment from: yobel [Visitor] Email

thanx a lot ! tapi saya mau tanya dikit nih, sebenarnya yang dimaksud hadirat Tuhan itu apa atau yang bagaimana ya ? God Bless Us !

October 28, 2008 @ 2:57 am
Comment from: andi immanuel sinay [Visitor]

kehidupan kita merupakan penyembahan kita


pada Tuhan, jadi terang,jadi berkat,


artinya melakukan agenda Allah bukan


agenda kita!!


JBU.

September 27, 2008 @ 2:44 pm
Comment from: Erwin Badudu [Visitor] Email

Right brother .....
kita sekarang sangat terjebak dgn sebuah gaya penyembahan ... mungkin bukan penyembahan yg sesungguhnya .... sering sulit utk menemukan orisinalitas dr our true worship .... mungkin kita harus kembali kepada hati kita masing2 .. seperti Daud yg sangat disukai Tuhan krn memang kehidupannya adalah menyembah Tuhan for all his life.

penyembahan pribadi saat kita intim sendiri bersama Tuhan, sepertinya ini yg paling menyukakan Tuhan .. tidak perlu di buat2, dan sangat orisinil.

OK bro, kapan ke jakata? realisasi album gimana? God bless u all

September 27, 2008 @ 8:44 am
Comment from: lita [Visitor]

thx bgt,,,ini bNr2 mnjwab ap yG sY


hadapi sKrg.


Gbu p.jo slm hormat..

September 25, 2008 @ 9:36 am
Comment from: Patricia Luhukay [Visitor]

AMIN !!


Thanks bung


GBU

September 24, 2008 @ 11:24 pm
Comment from: Febyo M J Bessie [Visitor]

Setuju K Jo...

emang skarng2 ini fenomena yg trjd adlah org2 pd nyembah penyembahan tak sampai pd inti penyembahn trsb yaitu menyembah Bapa...Thx k Jo...

September 24, 2008 @ 9:24 pm
Comment from: J. Leo Imannuel [Visitor] Email

Yup, that's right Brother! Hehehehe...
Mari kita menyembah dengan keorisinilan roh kita yang sudah diperbarui oleh Roh Kudus.

Jika kita hanya mengartikan penyembahan dengan ibadah 2 jam di gereja (nyanyi lagu-lagu rohani, berbahasa roh dan dengar firman), maka tanpa sadar kita telah berpandangan bahwa hadirat Tuhan yang maha kudus cuma available pada 2 jam itu saja. Selanjutnya kita bebas melakukan apa saja. Karena toh saat-saat memasuki ruang maha suci telah berakhir, dan akan berlanjut pada ibadah selanjutnya. Tidak heran banyak orang kristen kudusnya cuma seminggu sekali. Hari-hari berikutnya menjadi makhluk yang mengerikan!
Padahal penyembahan sejati adalah hidup kita. Persembahan (offering) yang berkenan adalah setiap keputusan yang kita ambil di dalam setiap aspek kehidupan ini, hanya untuk menyenangkan Dia saja. Jika demikian maka ibadah tidak bisa dipatok hanya 2 jam saja. Ibadah adalah hidup kita. 24 jam sehari, 7 hari seminggu, itulah waktu ibadah kita. Kita sedang menyembah Tuhan, sewaktu bekerja, sekolah, menjadi ibu rumah tangga, mengasihi suami/istri kita. dll.

Jika demikian maka kita tidak akan berani melakukan kecurangan di dalam hidup ini. Karena setiap aspek hidup kita adalah kudus, karena ada Tuhan di dalamnya.
Eden berarti "the spot of the presence" atau tempat kehadiran Tuhan. Berarti apapun juga yang Adam dan Hawa lakukan, mereka melakukannya di dalam hadirat Tuhan. Mereka bekerja mengurusi bumi, mereka melakukannya di dalam hadirat Tuhan, bahkan ketika mereka bercengkerama sebagai suami istri mereka juga melakukannya di dalam hadirat Tuhan. Semua aktrivitas mereka adalah wujud penyembahan mereka kepada Tuhan.

Memang betul ada waktu-waktu di mana Tuhan hanya berbicara dan bercengkerama dengan mereka. Namun hal tersebut juga merupakan bagian penyembahan itu sendiri dan tidak lebih tinggi nilainya, dibandingkan dengan penyembahan dengan seluruh hidup kita.
Oke deh...Selamat menyembah...



God Bless

September 24, 2008 @ 8:38 pm
Comment from: Val-D [Visitor] Email

Penyembahan kita tidak akan pernah mendahului pengenalan kita kepada Bapa kita. Kita hanya akan menyembah sedalam pengenalan kita akan DIA.
Ibadah di gereja2 masa kini, betapa pun hebatnya, hanya akan menjadi 'Karaoke Bersama' dgn lagu2 top 40 gerejawi,jika penyembahan dianggap sekedar bernyanyi, tanpa cinta dan pengabdian total kepadaNYA.

Kita mungkin bisa nge-gombalin pacar kita atau suami/istri kita, tapi tidak kepada Tuhan. Kalo kita aja sebel di gombalin (walau sebagian org malah senang), apalagi Tuhan. Itu sebabnya untuk pertama kalinya dlm sejarah umat manusia, kita melihat Tuhan membenci perayaan2 penyembahan bangsa Israel di Amos 5:21-24, hanya karena umatNya mencoba nge-gombalin Dia dgn menyodorkan lagu dan tarian penyembahan bagi Dia, tapi pada saat yg sama mereka juga tetap menyembah berhala2 mereka. Padahal esensi penyembahan yg DIA mau, is so simple... hidup dlm keadilan, kebenaran, dlm cinta yg total kepadaNya.
Ketulusan dan kebenaran, kemana aja kalian selama ini ?!!..........


Love, Peace & rock n roll

Val-D

September 24, 2008 @ 7:58 pm

This post has 6 feedbacks awaiting moderation...

Leave a comment


Your email address will not be revealed on this site.
(Name, email & website)
(Allow users to contact you through a message form (your email will not be revealed.)