| « PANGGILAN RADIKAL: HIDUP DALAM KESATUAN | Panggilan Radikal: Hidup dalam Kasih Karunia » |
PANGGILAN RADIKAL: MENYEMBAH TUHAN
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Yohanes 4:23-24
Kata sekarang dalam ayat di atas menunjukkan bahwa penyembahan itu harus di ekspresikan dengan ekspresi generasi pada saat itu. Itu menunjukkan bahwa setiap generasi diberikan kesempatan oleh Bapa segala roh untuk mengekspresikan identitas generasi mereka dalam penyembahan.
Tuhan menghendaki kita menyembah dalam roh dan kebenaran.
Menyembah dalam roh adalah menyembah dengan identitas kita, artinya kita jujur dan benar dengan roh kita yang telah dijadikan baru oleh Roh Kudus. Kita seharusnya begitu kuat dengan identitas kita sehingga dalam penyembahan ekspresi dan sikap kita benar-benar spontan karena kasih, asli dan bukan agamawi. Sebuah ekspresi orisinal yang tidak dibuat-buat karena belajar tapi ungkapan yang tulus dari roh yang creative. Identitas kita yang sebenarnya adalah Bapa kita karena kita dijadikan menurut gambar dan teladan Bapa. Bertumbuh menjadi dewasa dan mandiri berarti semakin mengenal "diri", semakin jujur dengan diri sendiri, semakin otentik, dan menjadi semakin unik tak terbandingkan
Masalah kebanyakan gereja adalah kita seringkali copy cloning cara dari generasi sebelumnya dan menganggap cara baru yang merupakan ekspresi generasi ini sebagai hal yang aneh bahkan tidak fit untuk gereja masa kini. Kita kadangkala lebih mementingkan warna musik apa yang kita sukai dari pada apa kehendak Tuhan tentang kebenaran tersebut. Ada perubahan dalam konsep penyembahan: kita harus kembali pada pola Perjanjian Baru. Perubahan ini akan menyentuh hal-hal esensial dalam penyembahan gereja. Hal-hal yang esensial dan penyembahan adalah: hubungan intim, Hadirat Tuhan & kualitas kehidupan.
Beberapa hal yang pasti berubah:
1. Kita akan menyembah dalam kehidupan sehari-hari dan bukan hanya dalam ibadah.
Kita akan menemukan arti yang baru mengenai arti ibadah dalam PB. 1Tim 3:14-16.
Ungkapan penyembahan yang tertinggi adalah ketaatan pada kehendak Tuhan.
2. Kita akan berhenti menyembah penyembahan tapi akan menyembah BAPA dalam keintiman pribadi.
Hubungan dengan Bapa melalui korban Kristus akan merupakan pewahyuan bagi penyembahan kita. Bukan lagi cara denominasi yang ditonjolkan tapi hubungan yang indah antara pribadi-pribadi yang mengasihi Tuhan secara korporat mengekspresikan penyembahan.
3. Hadirat Tuhan bukan lagi sebagai alat bantu tapi menjadi fokus kehidupan.
Selama ini kita memperlakukan hadirat Tuhan sebagai sebuah sarana alat bantu. Cara kita mendekati hadirat Tuhan adalah untuk menguasainya dan mengendalikannya untuk tujuan-tujuan pribadi. Kita memperlakukan hadirat Tuhan seperti layaknya seorang penyembah berhala berhubungan dengan kuasa kegelapan. Hadirat Tuhan adalah segalanya yang kita butuhkan. Sikap kita di dalam hadirat Tuhan sangat menentukan.
Mari kita menyembah Tuhan dengan kasih sebagai dasar hubungan kita serta semangat kita yang membara sebagai atmosfir yang membawa terobosan dalam kehidupan kita di generasi ini. Selamat menyembah.
12 comments
thanks ! If u want to build a Big Spiritual House for Our Lord Jesus Christ , the true " worshippers " have to come to His presence in the Holiest by spiritual access via Holy Spirit in our mind . JBU
Benar ,sobat
Sekarang gereja dalam arti agama telah jauh dari penyembahan yang telah ditentukan tempatnya oleh Tuhan , Allah kita Yesus Kristus . Banyak kita tidak lagi beribadah dengan-Nya yang adalah Roh ,yang telah dikaruniakan di dalam diri kita yaitu dalam roh insani kita. Jelas dari hidup gereja yang tidak kudus , hidup dengan ketidaktulusan melayani Tuhan . Selamat melayani Tuhan dengan kasih persaudaraan yang tulus , Tuhan berkati .
Gereja harus bangga memiliki bang Jo yang kristis dan akurat membangun kembali pondasi Kekristenan.
TUHAN MENCARI PENYEMBAH DAN BUKAN PENYEMBAHAN.
Thanks bang JO buat Max Barren Coffeenya waktu di Melbourne. JBU
thanks for the message bang jo..
hehe... klo jemaat cmn karaokean next time pake jukebox aja dhe, biar anak2 musik ga usah cape2 latihan...
it's a wake up call for us musicians and "worshippers" as well to return to the essential of worship not the essential of music..
may we worship Him in spirit and in truth, not just lip service anymore.
thanx a lot ! tapi saya mau tanya dikit nih, sebenarnya yang dimaksud hadirat Tuhan itu apa atau yang bagaimana ya ? God Bless Us !
kehidupan kita merupakan penyembahan kita
pada Tuhan, jadi terang,jadi berkat,
artinya melakukan agenda Allah bukan
agenda kita!!
JBU.
Right brother .....
kita sekarang sangat terjebak dgn sebuah gaya penyembahan ... mungkin bukan penyembahan yg sesungguhnya .... sering sulit utk menemukan orisinalitas dr our true worship .... mungkin kita harus kembali kepada hati kita masing2 .. seperti Daud yg sangat disukai Tuhan krn memang kehidupannya adalah menyembah Tuhan for all his life.
penyembahan pribadi saat kita intim sendiri bersama Tuhan, sepertinya ini yg paling menyukakan Tuhan .. tidak perlu di buat2, dan sangat orisinil.
OK bro, kapan ke jakata? realisasi album gimana? God bless u all
thx bgt,,,ini bNr2 mnjwab ap yG sY
hadapi sKrg.
Gbu p.jo slm hormat..
Setuju K Jo...
emang skarng2 ini fenomena yg trjd adlah org2 pd nyembah penyembahan tak sampai pd inti penyembahn trsb yaitu menyembah Bapa...Thx k Jo...
Yup, that's right Brother! Hehehehe...
Mari kita menyembah dengan keorisinilan roh kita yang sudah diperbarui oleh Roh Kudus.
Jika kita hanya mengartikan penyembahan dengan ibadah 2 jam di gereja (nyanyi lagu-lagu rohani, berbahasa roh dan dengar firman), maka tanpa sadar kita telah berpandangan bahwa hadirat Tuhan yang maha kudus cuma available pada 2 jam itu saja. Selanjutnya kita bebas melakukan apa saja. Karena toh saat-saat memasuki ruang maha suci telah berakhir, dan akan berlanjut pada ibadah selanjutnya. Tidak heran banyak orang kristen kudusnya cuma seminggu sekali. Hari-hari berikutnya menjadi makhluk yang mengerikan!
Padahal penyembahan sejati adalah hidup kita. Persembahan (offering) yang berkenan adalah setiap keputusan yang kita ambil di dalam setiap aspek kehidupan ini, hanya untuk menyenangkan Dia saja. Jika demikian maka ibadah tidak bisa dipatok hanya 2 jam saja. Ibadah adalah hidup kita. 24 jam sehari, 7 hari seminggu, itulah waktu ibadah kita. Kita sedang menyembah Tuhan, sewaktu bekerja, sekolah, menjadi ibu rumah tangga, mengasihi suami/istri kita. dll.
Jika demikian maka kita tidak akan berani melakukan kecurangan di dalam hidup ini. Karena setiap aspek hidup kita adalah kudus, karena ada Tuhan di dalamnya.
Eden berarti "the spot of the presence" atau tempat kehadiran Tuhan. Berarti apapun juga yang Adam dan Hawa lakukan, mereka melakukannya di dalam hadirat Tuhan. Mereka bekerja mengurusi bumi, mereka melakukannya di dalam hadirat Tuhan, bahkan ketika mereka bercengkerama sebagai suami istri mereka juga melakukannya di dalam hadirat Tuhan. Semua aktrivitas mereka adalah wujud penyembahan mereka kepada Tuhan.
Memang betul ada waktu-waktu di mana Tuhan hanya berbicara dan bercengkerama dengan mereka. Namun hal tersebut juga merupakan bagian penyembahan itu sendiri dan tidak lebih tinggi nilainya, dibandingkan dengan penyembahan dengan seluruh hidup kita.
Oke deh...Selamat menyembah...
God Bless
Penyembahan kita tidak akan pernah mendahului pengenalan kita kepada Bapa kita. Kita hanya akan menyembah sedalam pengenalan kita akan DIA.
Ibadah di gereja2 masa kini, betapa pun hebatnya, hanya akan menjadi 'Karaoke Bersama' dgn lagu2 top 40 gerejawi,jika penyembahan dianggap sekedar bernyanyi, tanpa cinta dan pengabdian total kepadaNYA.
Kita mungkin bisa nge-gombalin pacar kita atau suami/istri kita, tapi tidak kepada Tuhan. Kalo kita aja sebel di gombalin (walau sebagian org malah senang), apalagi Tuhan. Itu sebabnya untuk pertama kalinya dlm sejarah umat manusia, kita melihat Tuhan membenci perayaan2 penyembahan bangsa Israel di Amos 5:21-24, hanya karena umatNya mencoba nge-gombalin Dia dgn menyodorkan lagu dan tarian penyembahan bagi Dia, tapi pada saat yg sama mereka juga tetap menyembah berhala2 mereka. Padahal esensi penyembahan yg DIA mau, is so simple... hidup dlm keadilan, kebenaran, dlm cinta yg total kepadaNya.
Ketulusan dan kebenaran, kemana aja kalian selama ini ?!!..........
Love, Peace & rock n roll
Val-D
This post has 6 feedbacks awaiting moderation...