| « A CALL TO BE RADICAL: LIVING THE SENT OUT LIFESTYLE | A CALL TO BE RADICAL: Live out the cross in everyday living. » |
PANGGILAN MENJADI RADIKAL:
Memikul Salib Setiap Hari
Barangsiapa mau mengikut aku, dia harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya setiap hari dan ikut Aku. Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, dia akan kehilangannya tetapi barangsiapa yang melepaskannya nyawanya akan menyelamatkannya. Yesus.
Dalam hidup ini ada 2 prinsip yang sangat mendasar tetapi sangat berkuasa. Bahkan dunia didasari dan dijalankan atas kedua dasar ini. Prinsip-prinsip ini adalah berserah dan hubungan. Saudara dapat selalu melihat prinsip-prinsip ini mewarnai hidup Yesus. Dalam segala sesuatu yang Dia sedang kerjakan atau telah kerjakan, saudara dapat melihat prinsip-prinsip ini dengan sangat jelas. Sampai Dia mati di kayu salib saudara masih dapat melihat prinsip-prinsip ini muncul dalam Dia. Melalui pengalaman-Nya di kayu salib kita dapat mengerti apa yang Dia maksud dengan ucapan-Nya "pikul salibmu setiap hari".
Di salib kita dapat melihat gambaran akan hubungan; hubungan vertikal dengan Tuhan dan horisontal dengan semua umat manusia. Melalui salib kita juga dapat melihat bahwa Yesus menyerahkan hidup-Nya pada dunia, menyerah sampai pada titik pengorbanan. Yesus tidaklah mati karena Dia dibunuh oleh tentara Roma tetapi dinyatakan bahwa Dia menyerahkan diri-Nya untuk kita. Yesus secara sukarela dan bebas menyerahkan diri-Nya untuk dunia.
Murid-murid Yesus Kristus tahu apa artinya menghidup salib karena mereka telah mengalami bahwa Yesus menantang mereka langsung sebelum mereka mulai mengikut Dia. Mereka telah menyerahkan segala sesuatunya untuk mengikut Yesus sehingga mereka dapat menghadapi segala sesuatu tanpa takut kehilangan segala sesuatu. Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu dari apa yang telah engkau sudah berikan. Dengan kata lain, hidup dalam jalan salib adalah hidup penuh kemerdekaan dari segala sesuatu.
Jadi pertanyaannya adalah apakah kita mempunyai kebebasan untuk melakukan kehendal Tuhan tanpa dihalangi oleh keinginan kita sendiri atau kepentingan kita. Kebanyakan persoalan kita adalah pada awal kita mengikut Kristus sebagai pengikut-Nya kita tidak pernah ditantang untuk langsung memikul salib. Itu sebabnya kita tidak pernah belajar untuk menyerah sampai pada titik pengorbanan atau sampai pada bagaiman memelihara hubungan kita dengan kuat pada segala situasi. Salib Yesus Kristus adalah tempat kebebasan. Barangsiapa yang pernah bertemu dengannya tidak akan sama lagi. Bagaimana saudara bisa tetap tinggal sama jika saudara punya kebebasan untuk menjadi apa yang Pencipta saudara mau jadi dan juga pada saat yang sama saudara akan dapat memanifestasikan suatu gaya hidup yang mana seluruh jagad raya telah lama menantikannya.
Tantangan saya untuk saudara hari ini adalah untuk memeluk gaya hidup salib dan mulai mengerti bahwa hidup saudara akan berada pada arah yang benar. Dan dalam hal ini saudara akan mulai mengalami menyerah pada sampai pada titik pengorbanan dan memelihara hubungan dengan Tuhan dan sesama.
Selamat datang di Pemuridan.
4 comments
Salib seharusnya menjadi dasar untuk setiap eksistensi hidup kita. Kita ompong, ga punya kemampuan untuk menyerang & kalo pun kita nyerang, selalu salah sasaran! Karena kita ga pulang pada salib Kristus. Thx banget kk karena ini yang harus jadi kesadaran buat gw secara pribadi.
Shalom,
Thnaks buat perenungannya bang Jo, ada yang baru yang saya dapat, SALIB=Kebebasan bukan semata penderitaan, sungguh ini merupakan pemahaman yang baru mengenai 'memikul salib'.
"Jadi pertanyaannya adalah apakah kita mempunyai kebebasan untuk melakukan kehendal Tuhan tanpa dihalangi oleh keinginan kita sendiri atau kepentingan kita"
Kutipan di atas akan menjadi perenungan tersendiri.
terima kasih atas berkat yang saya terima dari tulisan ini
God Bless
ya... semoga Indonesia mendengar tentang ini kak JO,..
karena sepertinya Indonesia sedang 'musim' menghancurkan sesama atas nama TUHAN, dengan melakukannya mereka merasa telah membela martabat TUHAN.. Pertanyaannya adalah siapa yang lebih layak membela siapa? Ternyata manusia Indonesia masih banyak yang merasa lebih hebat dari TUHAN makanya mereka membela TUHAN.. haha.. ironis.. mereka merasa menghormati Sang Pencipta sementara mereka merusak hubungan dengan ciptaanNya yang paling mulia (baca: sesamanya)atas nama TUHAN.. artikel kak jo mengangkat sebuah prinsip besar bahkan tentang yang utama dan terutama yang telah lama 'dikuburkan' oleh roh agamawi yang sangat-sangat daging.. keduanya memang harus berjalan dengan selaras karena keduanya adalah yang utama dan terutama..
terimakasih telah mengingatkan kak, saya akan mencoba mempraktekkannya lg di keluarga dengan lebih baik..
regards,
shalom...
Thx u untuk kekuatan yang baru...
Didalam KRISTUS - kita tidak ada apa apanya....
Di atas kayu salib YESUS telah mempersatukan kita dengan Tuhan, dan dengan sesama.. DAHSYAT....
Amen..