PANGGILAN MENJADI RADIKAL:
Suatu Panggilan Untuk Belajar Dari Yesus
July 29, 2008
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." Yesus
Ada panggilan dari hati Yesus kepada setiap orang untuk datang kepada-Nya dan belajar dari pada-Nya. Yesus tidak hanya datang untuk orang-orang tertentu di Timur Tengah tetapi Dia datang untuk semua orang di dunia. Dia juga tidak datang untuk mendirikan suatu agama tetapi membawa gaya hidup Kerajaan di dunia ini seperti di Surga. Jadi Dia memanggil kita untuk belajar dari pengalaman-Nya akan suatu gaya hidup yang mengubah dunia.
Tuhan mau kita belajar dari Yesus yang datang untuk memanifestasikan gaya hidup Tuhan kepada manusia. Kenapa kita harus belajar dari Yesus? Karena Yesus adalah seorang pembelajar atau murid yang baik dan dalam proses pembelajaran-Nya, Dia telah menunjukkan kemampuan untuk menjadi taat, mau dan rela untuk mengerjakan kehendak Tuhan, anugerah dibawah penderitaan dan dengan kasih memanifestasikan Bapa kepada dunia yang Dia kasihi.
Untuk belajar dari Yesus kita perlu untuk menresponi panggilan-Nya PERTAMA-TAMA dan membiarkan Dia membawa damai dalam saudara mempunyai arti bahwa saudara perlu berdamai dengan Tuhan, diri saudara sendiri dan dengan yang lain BARU KEMUDIAN saudara bisa masuk ke dalam proses pembelajaran yang alami tapi penuh kuasa. Hal ini dimulai dengan memikul kuk-Nya yang punya arti bahwa kita perlu mendisiplinkan diri kita untuk jalan dalam suatu kehidupan yang membawa beban yang sama dengan Yesus. Artinya ada proses penyesuaian dari hidup kita kepada hidup Yesus melalui perjanjian atau covenant kita dengan Dia. Kita tidak dapat belajar dari Dia kecuali kita hidup dalam covenant dengan Dia. Marilah kita memeluk Salib itu dan memikulnya setiap hari. Hal inilah yang mendasari dasar panggilan kita yang sesungguhnya.
Kita perlu untuk mengerti bahwa tidak ada seorang pun yang dapat hidup melebihi kedisiplinannya dan covenant dengan Tuhan adalah suatu disiplin untuk fokus dalam melakukan bagian kita sebagai tanggungjawab kita sehingga Tuhan akan melakukan bagian-Nya dengan yang terbaik dari pada-Nya. Jika saudara tidak bisa menerapkan kedisiplinan dari dalam melalui salib maka yang saudara perlukan adalah kedisiplinan dari luar. Lebih baik menyerah pada proses salib yang datang dari dalam sehingga saudara mati pada diri saudara sendiri dan mulai hidup dalam kesesuaian dengan Yesus dari pada mencoba tanpa hasil untuk menyembunyikan keangkuhan dan kenyamanan hidup kita di dalam. Karena jika kita memberi hidup kita pada Tuhan, maka ini berarti tidak seorang pun yang akan dapat mengambilnya dari kita. Hukumnya adalah ini bahwa tidak seorang pun akan dapat mengambil sesuatu dari apa yang saudara telah beri. Lagi, kita perlu untuk membiarkan salib mengerjakan hidup kita sampai tuntas supaya kita bisa belajar dari pada-Nya.
Yesus datang untuk mambagi hidup. Ini adalah pokok mendasar yang kita perlu untuk belajar: BAGAIMANA HIDUP. Jadi ini tentang belajar kehidupan dan bukan belajar pengetahuan. Jadi untuk belajar bagaimana hidup adalah dengan cara hidup dengan orang lain. Dan hidup dengan orang lain kita perlu punya sikap hati yang benar dan hanya Yesus yang dapat mengajar kita tentang kelemah-lembutan dan kerendahan-hati, Dia tidak hanya menjelaskan arti katanya dalam teori tetapi melalui praktek kehidupan dalam cara yang sangat alamiah tentang kelemah-lembutan dan kerendahan-hati yang keluar dari dalam.
Mencoba untuk mendefinisikan kelemah-lembutan dan kerendahan-hati diluar komunitas atau hidup bersama adalah sama sekali salah sebab kelemah-lembutan dan kerendahan-hati hanya datang secara alamiah melalui hubungan dengan sesama. Jadi kelemah-lembutan adalah kemampuan untuk membawa kuasa dibawah kendali sehingga kita tidak akan memaksa apa yang kita mau untuk orang lain tapi membiarkan Tuhan mengerjakan jalan-Nya sendiri dalam segala sesuatu yang terjadi. Dan kerendahan-hati adalah kemampuan untuk menerima apa yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, dalam aspek horisontal adalah kemampuan untuk menerima dan mengakomodasi kesalahan orang lain tanpa menghakimi orang tersebut.
Saya kira tidak akan ada orang yang akan memandang rendah apa yang Yesus berikan karena kita semua rindu untuk hidup dalam hubungan yang damai satu dengan yang lain.
Yesus memanggil setiap orang tanpa melihat agama, kebangsaan, bahasa dan suku untuk datang dan belajar dari Dia. Saya pun ingin menyatakan undangan-Nya kepada semua orang tanpa melihat agama dan falsafah yang dianutnya, ataupun latar belakangnya, dan bahkan Generasi X untuk datang pada Yesus dan belajar dari Dia. Saudara punya hak untuk datang sebab Yesus memanggil semua untuk belajar dari Dia gaya hidup Kerajaan. Selamat datang pada Pemuridan.
A Call To Be Radical: A Call To Learn From JESUS
July 29, 2008“Come unto me, all you that labor and are heavy burdened, and I will give you rest. Take my yoke upon you, and learn from me; for I am meek and humble and you shall find rest unto your souls. For my yoke is easy, and my burden is light.” Jesus
There is a call from the heart of Jesus to everyone to come to Him and learn. Jesus did not only come for certain people in the middle east but He came for all people in the world.. He also did not come to establish a religion but bring a lifestyle of the kingdom on earth as it is in heaven. So He called us all to learn by experience from Him a lifestyle that will change the world.
God wants us to learn from Jesus who came to manifest the lifestyle of God to human being. Why we have to learn from Jesus? Because Jesus was a great learner himself and in His learning process He had shown the ability to show obedience, willingness to do the will of The Father, grace under suffering and with love manifesting The Father to the world that He loves.
To learn from Jesus we need to respond to His calling first and let Him bring peace in you meaning you need to be at peace with God, yourself and others then you can enter into a powerful but natural learning process. It starts with carry His yoke which means we need to be disciplined to walk a life of carrying the same burden with Jesus meaning there is an alignment process between our lives and the life of Jesus through our covenant with Him. We can not learn from Him unless we live in the covenant with Him. Let us embrace the cross and carry it everyday. That is going to basic the real basic of our calling.
We need to understand that nobody can live above discipline, and covenant with God is a discipline to focus on doing our part as our responsibility so God will do His part at His best. If you can not implement discipline from the inside through the cross then what you need is a discipline from the outside. It is better to surrender to the process of the cross from the inside so you die to yourself and start to live in alignment with Jesus than try desperately to hide inside your pride and comfort of your flesh. Because when you give away your life to the Lord means no one can’t take it away from you. Because the law is this, that no one can take from you things that you have given away. Again we need to let the cross work as cruel as it can be in our lives so we can start to learn from Him.
Jesus came to share life. This is the basic subject that we need to learn; HOW TO LIVE. So this is about living not learning knowledge but. SO to learn how to live is to live with other people. And to live with other people we need to have right attitude and only Jesus can teach about meekness and humility, He did not only articulate meekness and humility in a theory but through practices in a natural way because meekness and humility come out of His inner being.
Try to define meekness and humility outside community or living together with others is totally blind because meekness and humility only come out naturally in relationship with other people.
So meekness is an ability to bring power under control so we will not force what we want to others but to let God have His way in everything that happen while humility is an ability to accept what ever God allows to happen in our lives, in horizontal aspect is an ability to accept and accommodate other people mistake without judging the person.
I don’t think that anyone in this world would take lightly what Jesus has offered because we all long to live in peaceful relationship with one another.
Jesus is calling everyone despite of religion, nationality, language and tribe to come to learn from Him.
I would like to extend His invitation to all people despite of their religions or philosophy they have embraced, or even whatever background they have come from and even to the generation X to come unto Jesus and learn from Him. You have a right to come because Jesus is calling you all to learn from Him the lifestyle of the kingdom. Welcome to discipleship.
PANGGILAN UNTUK MENJADI RADIKAL:
SUATU PANGGILAN KEPADA GAYA HIDUP SEDERHANA
July 21, 2008
Kita telah mendiskusikan bahwa menjadi radikal adalah kembali kepada akar atau dasar dan mulai mendefenisikan kembali apa kata Alkitab tentang gaya hidup kita pada generasi kita. Jadi gaya hidup yang kita terapkan sebenarnya ditentukan oleh dasar kita atau dari defenisi ulang mengenai apa yang Tuhan inginkan agar kita jadi dalam generasi kita.
Hal utama yang saya tahu penting adalah bahwa setiap hal yang kita buat harus SEDERHANA. Ini waktu bagi kita untuk kembali pada akar dan menjadi sederhana. Ada panggilan dari Kerajaan untuk kita merangkul gaya hidup sederhana ini. Yesus adalah seorang sederhana yang mengajarkan gaya hidup sederhana untuk kembali pada hal yang mendasar pada Tuhan. Segala sesuatu yang DIA ajar dan hidupi tentang kesederhanaan akan mengasihi Bapa dan ketaatan-Nya mengerjakan kehendak Bapa.
Masalah besar kita adalah kita terlalu rumit dalam cara kita menghidupi apa yang kita percayai. Yang telah menyebabkan kebingungan besar kepada dunia karena ketika kita rumit, pesan kita menjadi kabur dan orang kadang tak dapat mengerti kasih Allah karena hidup kita menunjukkan kasih yang rumit karena ketidak-satuan kita. Saya tahu tantangannya bahwa dalam dunia yang rumit ini, kesederhanaan selalu menjadi suatu ancaman.
Saya percaya bahwa dalam kesederhanaan pesan kita menjadi jelas, karena orang dapat dengan mudah mengerti hal-hal sederhana. Apa yang saya maksud adalah bahwa orang dapat melihat dan mengerti pesan kita melalui hidup kita. Hanyalah kejelasan yang dapat membawa pengertian dalam hati orang banyak. Juga kita perlu mengerti bahwa ketika kita sederhana, kita dapat dengan mudah bergerak. Artinya bahwa melalui kesederhanaan, gaya hidup kita bukan hanya sesuatu yang dapat dinikmati dalam komunitas kita tetapi juga dapat menjadi suatu pergerakan yang mempengaruhi generasi. Ini benar bahwa kita tahu melalui sejarah, semua pergerakan dimulai dengan suatu kesederhanaan. Yesus memulai pergerakan pemuridan-Nya dengan orang-orang yang sanagt sederhana yang menghidupi kesederhaan kasih dan ketaatan melalui penyangkalan diri dan memikul salib. Karena mereka menghidupi apa yang mereka percayai, kejelasan pesan mereka menembus masyarakat. Karena hal itu begitu sederhana banyak orang dapat dengan mudah menghidupi apa yang mereka mengerti, dengan demikianlah lahirlah pergerakan itu.
Melalui sejarah kita belajar bahwa gereja dengan mudah menjadi kaku dan tidak flexibel karena kerumitan. Bahwa gereja telah melalui dan secara perlahan-lahan menjadi rumit seperti dunia dimana gereja hidup. Karena gereja telah menjadi sangat tidak flexibel, gereja sekarang ada pada keadaan yang sangat sulit untuk berubah. Gereja tidak mau berubah. Waktu saudara rumit, saudara tidak mau berubah. Dengan demikian sebagai agen perubahan kita telah gagal dengan tugas kita dari Tuhan. Kesederhaan menolong kita untuk berubah menurut kehendak Allah melalui generasi.
Hal terakhir yang saya mau bagi adalah bahwa ketika kita menghidupi hidup yang sederhana; kita dapat dengan mudah "DIUTUS" ke ladang misi. Kata "DIUTUS", terkadang dimaksudkan dengan keperluan support keuangan didalamnya. Kita menghindari mengutus orang dikarenakan kita mengeluhkan anggaran yang diperlukan di dalamnya. Tapi kenyataannya adalah ini bahwa kita dapat dan mampu untuk mengutus orang ke ladang misi jika kita mau membayar harga untuk hidup dalam kesederhanaan. Tantangan besar kita adalah gaya hidup mewah kita telah menghabiskan seluruh keuangan kita. Jujur, kita semua terikat kepada zona nyaman materialisme dan kepentingan diri sendiri. Ini adalah waktu bagi kita untuk menyerahkan semua kenyamanan ini kepada Yesus dan meninggalkannya dibelakang. Kita perlu mengubah cara kita berpikir. Kita perlu mengerti bahwa dunia ini didasarkan pada prinsip memberi. Ketika saudara sederhana, saudara dapat dengan mudah memberi untuk memperluar Kerajaan Allah.
Selamat datang pada pergerakan Kesederhanaan!